Posts in : Eceng Gondok

  • Proses Pengelolaan Eceng Gondok



    proses-pengelolaan-eceng-gondokProses Pengelolaan Eceng Gondok

    Proses Pengelolaan Eceng Gondok menjadi bahan baku anyaman:

    1. Yang diperlukan hanya sebagai tangkai daunnya,sehingga akar,daun,tunas dan bunganya harus disisihkan.
    2. Tangkai Eceng Gondok dibersihkan dengan air bersih (jika diperlukan dapat digunakan sabun atau kaporit,untuk menjaga kebersihan perajinnya).
    3. Pengeringan,Pengeringan dapat dilakukan dengan menjamurnya pada permukaan lantai yang disemen (kurang-lebih 7 hari) Dapat juga di keringkan setelah terlebih dahulu dikeluarkan kandungan airnya dengan di pres secara manual.
    4. Pengelompokan tangkai eceng gondok berdasarkan panjangnya atau besar penampangnya.
    5. Tangkai yang sudah kering dapat dibelah belah menjadi bagian-bagian yang lebih tipis.

    Proses pewarnaan:

    1. Tangkai eceng gondok dibasahi dengan mencelupkan ke dalam air kemudian ditiriskan.
    2. Panaskan air hingga mendidih,dengan komposisi 2 liter air untuk satu gelas bungkus pewarna. Kemudian masukan eceng gondok sehingga terrendam semua selama 15-20 menit.Setelah itu api dimatikan dan biarkan eceng gondok terbenam selama 12 jam sampai 24 jam.
    3. Eceng gondok diangkat dan dicuci kemudian di jemur hingga kering.

    Zat pewarna terdiri dari pewarna alami dan warna buatan.

    Bahan-bahan warna alami :

    Daun sirih,gambir,daun jambu biji,kulit bawang merah,atau kunyit serta bahan-bahan alami lainnya yang harus dicoba hasilnya. Pencelupan dilakukan berulang-ulang setelah terlebih dahulu dikeringkan sebelum dicelupkan kembali kedalam Zat pewarna.Kemudian diangin-anginkan ditempat yang teduh.

    Warna buatan

    Untuk memperoleh warna krem dilakukan proses pemutihan,antara lain hydrogen peroksida (H2O2). Pemutihan dapat dilakukan dengan membuat larutan kaporit dengan perbandingan 10-15 gram kaporit dalam 1 liter air hangat. Rendam eceng gondok kering selama 10-15 menit setelah dicuci bersih rendam kembali eceng gondok tersebut dalam larutan thio atau hypochlorite 3 gram dalam 1 liter air selama 30 menit (untuk menetralisir kaporit yang dapat merusak eceng gondok),dicuci kembali dan keringkan.

    Pengawetan dilakukan dengan menggunakan komposisi 30 gram asam borat yang dilarutankan pada 1 liter air. Setelah asam borat terlarut selam kurang lebih 2-3 jam, diperas dan  dan dijemur hingga kering,dan bahan eceng gondok siap dianyam.

    Bentuk Pita (1-1,5 cm) Bentuk Pilin (2 Helai Eceng gondok dipilin enjadi satu) dan bahan baku yang dijalain (seringkali jalinan berfungsi sebagai pakan dan lungsin pada pembuatan tas, keranjang, dompet dan sebagainya.

    Langkah-langkah membuat desain kriya :

    1. Gagasan atau ide untuk membuat sesuatu.
    2. Membuat sketsa dari barang kriya yang akan dibuat (gambar dengan ukuran secara sederhana).
    3. Menentukan pilihan ukuran bahan dan teknik pengerjaan yang digunakan.
    4. Mulai membuat percobaaan.
    5. Memperbaiki yang kurang atau membuat yang baru setelah mengetahui kekurangan-kekurangan yang tampak.

    Mencoba membuat daftar barang kriya yang mungkin dapat di buat dengan bahan eceng gondok dengan teknik anyaman, seperti :

    Tikar, alas piring, keranjang, tempat tissue, tempat pensil, keranjang pakaian ( cucian ) wadah-wadah, topi, tas, kantong, sarung bantal dan sebagainya.

    View more
  • Kerajinan Tangan Berbahan Eceng Gondok



    kerajinan-tangan-berbahan-eceng-gondokKerajinan Tangan Berbahan Eceng Gondok

    Kerajinan Tangan Berbahan Eceng Gondok, Kerajinan tangan atau sekarang dikenal dengan istilah baku yaitu kriya berkaitan erat dengan para dominan dari keterampilan tangan perajinan di dalam mengolah bahan menjadi produk tertentu.

    Eceng Gondok ( Eichornia Crassipes) sebagai tumbuhan yang dapat dilihat dari 2 sisi :

    1. Eceng gondok sebagai tumbuhan yag harus dikendalikan perkembangannya,karena tidak memberi tempat dan kesempatan hidup bagi mahluk lainnya.
    2. Eceng gondok sebagai bahan baku untuk pembuatan barang kria seni yang bermanfaat.

    Penangan ke dua sisi tersebut harus dilakukan secara berkeselarasan Sulit memperhitungkan keseimbangan pengelola eceng gondok menjadi bahan barang kerajinan tangan atau kria dengan kecepatan pertumbuhan eceng gondok di suatu wilayah dan masalah yang ditimbulkannya. Pengolahan yang maksimal atau besar-besaran,berkaitan dengan daya serap pasar dan tingkat harga komersialnya,selain ketersediaan tenaga terampilnya.Perlu pemikiran bersama mengenai hal tersebut.

    Walaupun demikian  produk  kria dari bahan eceng gondok secara komersial memiliki pesaing dari produk-produk kria dari bahan lain,seperti rotan,bambu atau jenis serat-serat lainnya,Hal ini terutama brkaitan dengan jenis serat-serat lainnya.Hal ini terutama berkaitan dengan jenis-jenis barang yang dibuatkanya.

    Pertanyaannya adalah upaya yang bagaimana untuk memenangkan persaingan tersebut?

    Eceng gondok merupakan tumbuhan air,yang tangkainya sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan memiliki kandungan air mengalir setelah dikeringkan tangkainya akan berwarna putih,dan yang tumbuh di air tenang (rawa,danau) setelah dikeringkan akan berwarna coklat muda sampai hitam.

    View more